“Pendidikan Masa
Praaksara”
Memang, pendidikan masa
praaksara dapat dikatakan sangat sederhana, karena pada masa inilah manusia
pertama kalinya belajar tentang keterampilan hidup
Perkembangan
pendidikan di Indonesia pada umumnya masih terbentur dengan komplektisitas
permasalahan, diantaranya metode konvensional yang masih dipertahankan dan
kurang mengarah pada pembekalan peserta didik setelah berada di bangku sekolah,
masalah birokrasi, kemampuan sumber daya manusia yang masih kalah bersaing
dengan negara-negara maju, serta kemampuan bangsa Indonesia untuk menyerap
esensi penting pendidikan bisa dikatakan sangat kurang. Pendidikan di negeri ini
dapat dikatakan lebih berorientasi pada nilai dan ijazah. Padahal di negara-negara
maju, pendidikan bukan lagi hanya mengejar nilai, tetapi mengejar pengetahuan
setinggi-tingginya. Mereka tidak lagi dikuasai oleh lembaga-lembaga pendidikan
diluar sekolah yang dinilai hanya orientasi bisnis. Di Amerika, Jerman, dan
Jepang, pendidikan sudah menjadi kebutuhan yang bertujuan melahirkan generasi
penerus bangsa kompeten dan tidak pernah lupa dengan sejarah bangsanya. Karena
tanpa hal ini, generasi penerus bagaikan robot yang tidak akan pernah bisa
memajukan negaranya. Pendidikan di masa lalu, menjadi pertimbangan kebijakan
bagi perkembangan manusia di masa kini. Persis seperti apa yang dikatakan Mao
Tse Tung, pembesar Cina, gali pendidikan masa lalu dan kembangkan untuk masa
depan.
Pendidikan
dan sejarah, dua hal yang saling berhubungan dan memiliki nilai guna
instrinsik. Pendidikan membutuhkan sentuhan masa lalu untuk mengambil kebijakan
tentang apa-apa yang pernah diajarkan oleh manusia terdahulu, sejarah merupakan
berntuk kearifan manusia masa kini. Dick and Carey (1998) berkata bahwa
pendidikan merupakan kunci kemajuan peradaban bangsa. Manusia tidak pernah
lahir dalam keadaan penuh dengan kecerdasan seperti sekarang, namun mengalami
perkembangan. Mengacu pada buku berjudul “Origin of The Human” milik Charles
Darwin (1889), manusia berevolusi dari fisiknya yang mirip dengan struktur
anatomi primata menjadi struktur manusia seutuhnya dengan kapasitas otak dan
kemampuan masa kini. Suatu aturan alam dimana manusia berusaha untuk terus
menerus mencari kebenaran pengetahuan. Ini adalah bagian dari pendidikan yang
paling sederhana. Bukankah pendidikan diciptakan untuk memanusiakan manusia?
Di
masa praaksara, pra artinya sebelum dan aksara artinya tulisan, dapat diartikan
manusia telah memiliki kebudayaan sebelum mengenal tulisan. Masa praaksara
adalah jaman pertama kali manusia mencoba mengembangkan berbagai kemampuannya
baik di bidang ekonomi, relijius, teknologi pembangunan, teknologi pertanian,
pembuatan alat, dan pembagian sosial dalam keluarga. Semua itu berusaha
dikembangkan dari titik nol. Sejak mereka tercipta melalui jenis Meganthropus Paleojavanicus, manusia
jenis pertama ini hanya berkapasitas 350cc yang otaknya minim sekali digunakan
untuk bisa berpikir. Jenis ini belum memiliki kebudayaan, pendidikan yang
diterima hanya seputar menghasilkan keturunan, cenderung nomaden (berpindah tempat), dan food
gathering (mengambil makanan dari alam).
Manusia
kedua, jenis Pithecanthropus Erectus ber-ras
negroid, mongoloid, dan kaukasoid yang menyebar dari Afrika ke seluruh dunia.
Jenis ini memiliki kapasitas otak 900cc dengan budaya mesolithikum, yang mulai memiliki
kepercayaan kepada sang Pencipta. Di indonesia, sistem relijius mereka dapat
dikatakan menjadi akar dari berkembangnya kepercayaan animisme dan dinamisme.
Budaya yang dibawa oleh manusia Pithecanthropus Erectus ini semakin mengalami
perkembangan dengan munculnya pembagian sistem sosial di lingkungan keluarga,
teknik perumahan, dan sistem bercocok tanam. Sistem sosial di lingkungan
keluarga manusia purba sudah diajarkan mengenai pembagian pekerjaan ayah
sebagai tulang punggung keluarga, ibu yang bertugas memasak, dan menjaga
anak-anak, serta anak-anak yang nantinya diajarkan bagaimana cara berburu, dan
membuat peralatan berburu seperti kapak. Kemudian mereka mengembangkan cara-cara
tersebut untuk bertahan hidup dengan mulai membuat rumah, dan menanam sesuatu
untuk kehidupan di masa mendatang.
Manusia
ketiga, adalah jenis homo (sapien, habilis, africanus, floreinsis, soloensis)
yang dianggap sebagai manusia paling sempurna diantara jenis manusia purba
lainnya. Dapat dikatakan bahwa pendidikan yang diterima manusia purba kala itu
sudah mencapai tahap puncak, mulai dikenalnya teknik pembuatan alat yang lebih
sempurna seperti teknik pembuatan patung, pembuatan pakaian, bangunan-bangunan besar
ala megalithik yang digunakan sebagai tempat pemujaan kepada roh, teknik
penguburan, serta terbentuknya koloni manusia yang nantinya menciptakan sistem
kemasyarakatan yang kita kenal saat ini. Memang, pendidikan masa praaksara
dapat dikatakan sangat sederhana karena pada masa inilah manusia pertama
kalinya belajar tentang keterampilan hidup. Berdasarkan teori humaniora,
pendidikan sebaik-baiknya memanusiakan manusia menjadi pribadi yang lebih
sempurna, mengolah pengetahuan di masa lalu untuk kepentingan generasi di masa
depan. Manusia purba mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kehidupan tanpa
belajar, tidak ada belajar tanpa mengenal pengetahuan, dari yang sederhana
sekalipun.


0 komentar:
Posting Komentar