Berapa
usiamu? Kapan akan nikah? Atau kapan akan memiliki karir yang mantap? Ya, 60%
berdasarkan survey yang dikabarkan oleh www.indiatimes.com
akan menjawab usia 24 tahun. Menjadi muda, kaya raya, dan gaya! Itulah yang
dipikirkan kaum muda pada usia ini. Namun tahukah Anda bahwa usia 24 tergolong usia
dewasa muda dan menjadi awal bagi segala sumber kedewasaan. Artinya, boleh jadi
semua kesulitan yang pernah diarasakan di masa remaja bukanlah apa-apa ketika
memasuki berusia 24 tahun. Apakah Anda tergolong angka ini? lebih beberapa tahun
atau kurang dari dua puluh empat? Maka, bersiaplah Anda memiliki fakta-fakta
berikut ini :
1.
Freshgraduate,
keren or meragukan?
Ketika memasuki usia ini kemungkinan besar Anda adalah
seorang freshgraduate. Anda akan berpikir Anda adalah orang yang keren, smart, dan pasti akan segera mendapat
pengakuan dari dunia bahwa Anda orang hebat. Menjadi muda dan baru lulus dari
sebuah perguruan tinggi menjadi hal baru bagi para pelakunya. Mereka termasuk
orang yang idealis, dan menganggap semua impian akan segera terwujud terutama
dalam hal karir. Benarkah? Eits, tungggu dulu. Di usia 24 tahun, seorang fresgraduate hanya seorang junior yang
harus banyak belajar dari para senior di kantornya. Meski menjadi pegiat usaha,
bisa jadi, Anda diragukan oleh banyak pihak karena belum punya pengalaman
kerja. Maka sebelum sebelum atau ketika Anda memasuki usia ini, persiapkanlah
mental, karakter, dan sikap yang mantap.
2.
Merasa lebih tua?
Usia 24 menurut para psikologis masuk dalam kondisi
dewasa muda, tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua. Namun pada umumnya para
muda usia ini menganggap bahwa diri mereka sudah tua dan tidak cocok lagi bergaya
rock n roll, atau kongkow di tempat-tempat remaja. Bagi mereka, angka dua puluh
empat menjadi hal membingungkan dimana mereka masih ingin bergaya seperti anak
remaja, tetapi di satu sisi juga harus terlihat berwibawa di depan orang lain. Ada
kalanya mereka juga ingin mengajarkan sesuatu pada anak dibawah usianya bahwa
itu salah, itu benar karena mereka juga pernah ada di usia itu. Maka, jadilah
diri sendiri, tetapi ingat jangan pernah mengabaikan penilaian orang lain. Boleh
kita berperilaku, berpakaian apa saja tetapi orang lain lah yang akan menilai
kita seperti apa.
3.
Belajarlah menghitung
Jika sampai hari ini Anda masih suka sekali berkumpul
dengan teman-teman di cafe, mall, bar, ataupun di tempat-tempat wisata. Maka, sebagai
seorang dewasa yang mulai stabil belajarlah menghitung. Entah Anda sudah bekerja,
sekolah pascasarjana/profesi, ataupun masih pengangguran, tidak ada
pengecualian. Karena mulai usia ini, sudah dipastikan sebagian besar dari Anda
sudah tidak lagi menerima kucuran dana dari orang tua. Memang, pergi ke
tempat-tempat yang kita suka adalah salah satu cara untuk melepas penat dari
segala kebosanan. Tapi ingatlah, biaya untuk pergi untuk hal yang tidak terlalu
penting meski hanya sehari, dapat menguras persediaan uang Anda. Contoh, biaya
makan di cafe/ restauran minimal Rp 25.000 x 2 kali dalam seminggu=Rp50.000 x 4
minggu = Rp 200.000 x setahun = Rp 2.400.000. Itu hanya perhitungan minimal
untuk sekedar makan, belum beli peralatan make up, sepatu, alat kantor, salon,
fitness, dan lain sebagainya. Well, ada baiknya Anda mulai menstop hal-hal yang
tidak penting, belajarlah menghitung untuk masa depan.
4.
Menikah?
Bagi Anda yang sudah punya pasangan di usia ini,
sebagian besar pasti akan langsung memikirkan kearah pernikahan. Ini lumrah terjadi
di negara-negara budaya Timur karena tuntutan moral, dan budaya berbeda dengan
budaya barat yang umunya menunda pernikahan jika ada hal-hal yang masih harus
dicapai. Pernikahan adalah sakral dan harus menjadi prioritas dalam kehidupan. Ini
benar. Namun tentu saja harus siap secara mental, sikap, karakter, pemikiran,
dan finansial. Jangan menginginkan pernikahan hanya karena orang lain seusia
Anda sudah menikah. Karena pernikahan itu merupakan hal kompleks yang bukan
saja menyatukan dua orang tapi juga dua keluarga. Persiapkanlah
sematang-matangnya apa saja yang dibutuhkan sebelum menikah, jangan sampai
setelah pernikahan ada penyesalan. Ingat, anda bukan sedang berada di negeri
dongeng yang semua serba ada.
5.
Your Problems, not Always their Problems!
I have problem! Everybody listen to me please! Semua
orang memiliki masalah baik itu seorang anak, remaja, atau dewasa. Apalagi memasuki
usia dewasa, masalah yang pernah dialami di masa remaja, permasalahan skripsi
dan lain sebagainya, rasanya tidak sebanding dengan masalah yang Anda alami
sekarang. Maka jangan selalu langsung meng-update
status di bbm, facebook, line, wa, dan
buat semua orang tahu setiap jamnya tentang keadaan Anda. Atau Anda langsung
curhat setiap hari pada teman-teman Anda. Dan apa yang terjadi? Pasti mereka
akan merasa terganggu. Baiklah, tidak semua orang harus tahu permasalahan Anda.
Masalah boleh saja berat, tergantung bagaimana seseorang dapat memecahkannya. Toh,
Anda adalah orang yang bijak, cobalah untuk berpikir maka pasti ada jalan
keluar. Ada baiknya Anda meminta saran kepada orang tua atau satu orang
kepercayaan, itu sudah cukup untuk meringankan hati dan pikiran Anda.
6.
Mulai kehilangan
beberapa teman?
S Seiring usia yang makin bertambah
Anda akan menyadari bahwa lingkaran pertemananmu ternyata semakin kecil. Anda
akan kehilangan kontak dengan beberapa teman, tidak lagi mengetahui
perkembangan kehidupan mereka lalu berhenti berkomunikasi sama sekali. Walau
pastinya tidak menyenangkan saat harus kehilangan teman, tapi proses ini adalah
siklus normal yang pasti dilewati. Hidup akan mempertemukanmu dengan
orang-orang baru yang lebih sejalan. Pergi dan datangnya teman adalah hal yang
biasa. Mereka yang tetap bertahan setelah sekian lama adalah teman sejati yang
memang layak kamu jaga.
7. Proses Mencari Dan Mengembangkan Diri
Tidak Akan Pernah Selesai
Dulu Anda mengira sudah akan selesai dengan
dirimu sendiri di usia 24. Pokoknya kamu sudah jadi manusia dewasa, deh. Tapi
kenyataannya tidak sesederhana itu. Justru di usia 24 kamu akan makin merasa
tertantang untuk menemukan hal yang kamu suka dan mengembangkan diri. Tidak
jarang Anda akan ikut kelas tambahan dan makin menggiati hobi di usia ini. Di
usiamu yang sudah 24 tahun kamu sadar bahwa proses mencari dan mengembangkan
diri adalah sebuah proses yang tidak akan pernah ada ujungnya. Sampai kapanpun Anda
masih akan terus haus ingin mengembangkan diri. Keinginan ini justru harus
terus Anda jaga, agar Anda bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik.








0 komentar:
Posting Komentar